beberapa puisi pendek dan tidak berurutan

 dengan rahmat yang kuasa 



memfosil


jikalau kau memang ingin tetap bersamaku,

sungguh itu bukanlah yang kumau,

sebab aku tak lebih hanya tulang belulang,

air, daging, dan sedikit glukosa

yang berharap kau rela memfosil bersama.



dan ini bukan untuk siapa siapa lagi


sementara teduhlah dirimu

tidak lagi jauh

belum saatnya kau jatuh

sementara lupakanlah rindu

sadarlah dunia tak berlabuh



mengaku


malam rabu. rinduku mengaku.

andai Sumpah Pemuda,

boleh aku tambah satu butir.

maka izinkanlah aku bersumpah:

aku menginginkanmu, tanpa ragu.



menetap 


kau datang bak bisik yang menenangkan,

dan sialnya, aku biarkan hatiku percaya.


mungkin kita hanya ditakdirkan singgah,

agar tahu rasanya disembuhkan sebentar

oleh seseorang yang bukan milik kita.


jika esok kita asing kembali,

biarlah kenangan kemarin menjagamu,

sebab tak sem

ua cinta harus menetap

untuk tetap indah.

Komentar

Postingan Populer